Grandes: Bukit perlindungan

Bab 8

Qeena " apa masih lama Nona ?"
Ama "no my dear..sebentar lagi kita sampai.." sambil tersenyum
Rei " kau tidak bisa sabar ya...?" Rei meledek adiknya, Qeena hanya memasang wajah cemberut
masih kesal dengan Rei yg terus menggodanya

beberapa lama kemudian , nampak lembah di hadapan mereka
terlihat sebuah kastil di bawah sana .
Rei , Qeena , Golum dan Kiran saling berpandangan
mereka tercengang dengan hamparan hijau, udara segar serta pemandangan indah di sekeliling mereka

Ama " Kita sudah sampai.." tersenyum manis pada Qeena sambil menggenggam tangan lembut gadis kecil itu

rombongan pun melangkah lebih cepat , ingin segera mengakhiri perjalanan mereka

Qeena bertanya pada Ama "a...a. apa ini istanamu..? maksudku rumahmu..?"
Rei " hei bicara lah yg lebih lancar jangan gagap seperti itu..!!"
Qeena " Kaka..kau mulai menyebalkan..kau..ka..kau..!!"
Rei " hmm..hmm apa? penyakitmu itu memang harus dihilangkan ..kau ini putri..bicara lancar itu perlu.."
Qeena merengut dan enggan ribut dengan kakaknya ..
dia sendiri pun tidak paham kenapa terkadang suka gagap..

Ama " bukan, ini bukan tempat tinggal ku, ini tempat tinggal kita sementara.."
Rei menggelengkan sedikit kepalanya..tidak paham namun akan mencari tahu nanti..dia yakin nona Ama akan menjelaskan dan punya rencana

tibalah mereka di gerbang kastil
tampak ada rombongan orang yang menyambut kedatangan mereka..

Nany fa " selamat datang..kau pasti Rei (mengusap lembut pipi Rei) dan putri kecil yg cantik ini..pasti ...!! Lady Qeena !!(tersenyum membungkuk menatap wajah Qeena) "
Qeena bergaya anggun, mencoba memeperkenalkan diri
sambil menyilangkan kaki dan menarik sisi bajunya memberi hormat
suara gagap terbatah- batah lembut " kau ..kau betul sekali nyonya tua yg caaantiiik .."

Gubrak... !!!! Rei , Golumn dan Kiran kaget terhentak ke belakang..
Golumn langsung bangun nongkrong di samping Qeena

" Nona kau seharusnya tidak bicara seperti itu..itu tidak sopan" bisik dia di telingan Qeena
" tapi dia..dia memang cantik.." berbisik kecil Qeena sambil memasang wajah yg cengar cengir ketakutan..
saat berucap itu hatinya jujur bermaksud tulus memuji Nany Fa

Ama dan lainya hanya tersenyum malu..
sebaliknya Nany Fa dan suaminya malah tertawa terbahak-bahak

Nany Fa " hohooo..kau lucu sekali, kau terlalu memujiku..aku sungguh suka padamu!! ayo sayang kita masuk dan beristirahat..kau pasti lelah karena perjalanan.." tersenyum ramah
walau mereka baru saja kenal, namun sungguh sambutan yang hangat ..semua orang saling meyapa, bersalaman , berjalan bersama menuju ke dalam kastil
saat berjalan di dalam kastil , sinar sore masuk melewati jendela-jendela dengan tiang yang besar
sungguh memberi suasana indah dan damai ,
mereka menikmati pemandangan desa yang tampak dari sisi ruang utama

Kiran" wuuuaaaah..." terkagumnya melihat pemandangan sunset di tengah bukit dengan tebing-tebing tinggi
Golumn " aku tidak pernah tau ada tempat seperti ini , padahal tempatnya tidak jauh dari rumah kita "
Kiran " he em.." manggut-manggut terpana
Rei terhentak & langsung bertanya dengan wajah penasaran
" kenapa kita tidak pernah tau tempat ini ? maaf tapi sangat aneh aku sudah pergi ke semua tempat di sekeliling atau di luar istana, tempat ini termasuk dekat dengan rumah kami, bahkan aku sering pergi ke berbagai tempat,  tapi aku tidak pernah lihat atau menemukan tempat ini ? "

Nany Fa " oooh.. itu pertanyaan yang cukup masuk akal..tempat ini sebetulnya jauh sekali dari rumah kalian..ini adalah bukit perlindungan " tersenyum
Daddy Fa (Suami Nany Fa) "ya perlu waktu berbulan-bulan untuk tiba kesini jika kalian melalui jalan biasa !"

Rei, Golumn, Kiran " Apa???" kaget dan heran

Nany Fa dengan suara bijak yang lembut
" sudah lah ayo...ayo !!! kita keruang jamuan aku yakin gadis kecilku ini pasti lelah dan lapar..kita pasti akan membahas itu tapi tidak sekarang.."
Qeena dengan spontan " Ya..ya..aku memang sangat lapar..!!"
Rei " ya jika mengenai makanan kau tidak berucap dengan gagap.." sambil menyentil jidat adiknya

mereka seruangan pun tertawa..Rei, Qeena, Kiran & Golumn sejenak 4 orang itu nampak bahagia
wajah tegang , sedih dan resah mulai tak tampak
Ama dan Gri pun bersyukur dengan itu, harapan & tujuan awal menyelamatkan kedua putri keturunan Raja mereka sampai saat ini lancar tampa kendala.

Before Bab 7
Next Bab 9


Comments