Grandes: Masa depan

Bab 7

Rei beserta Rombongan pergi menuju tempat tinggal baru

saat dalam perjalanan di sebuah desa

sebuah desa dengan sedikit penduduk
tampak asri dan membumi..
Qeena tampak tercengang, ini pertama kalinya dia keluar dari tempat tinggalnya
selama ini hanya pemandangan gersang dan tandus yg dia lihatnya, itupun dari dalam istana...
ini kali pertamanya melihat dunia luar tampa ada yg mencegahnya...
sesekali kakaknya menengok dan mengelus kepalanya...sambil tersenyum lembut

Qeena " Kak Rei..." mengangkat kedua tangannya dengan wajah manja minta di gendong
Ama pun tersenyum dan menyerahkan Qeena ke Rei agar di gendong

Rei " Ada apa? kenapa kau jadi manja..kau ini bertambah berat..atau jangan-jangan kau sudah berubah menjadi besar dan besok berubah jadi seorang gadis.." dia menggoda adiknya

Qeena " aku..hmmmh!!" buang muka
"aku ini akan tetap kecil..aku tidak mau berubah dewasa sepertimu dan memiliki dada , lalu dipandangi oleh para pria..itu menyebalkan" sambil melirik Golumn

Rei dalam hati "apaa...?!!" wajahnya memerah kaget dengan kata-kata adiknya
Gulumn sambil garuk-garuk nyengir berkata dalam hati "Astaga dia memperhatikan nya" dengan wajah malu

Rei menutup mulut adiknya dan meletakanya pada sebuah batu besar..
" hei..apa yang kau katakan itu memalukan tau..kecilkan suaramu dan berhenti bicara yang kau sendiri tidak mengerti " dengan wajah merah pura-pura memarahi adiknya

Qeena " apa ? kenapa?..aku punya mata dan aku memeprhatikan muuuuu!!!" sambil mendekatkan matanya ke wajah kakaknya

Rei "Kau mulai menyebalkan tau..pantas saja anak ganteng yg barusan menolong kita kabur..!! kurasa kau tidak akan punya pacar sampai besar..!!" menggodanya


Qeena " aku memang tidak mau punya pacar....dan siapa yg ganteng?? maksudmu dia tadi...dia itu tidak ganteng!! kau hanya mengalihkan pembicaraan " dengan gaya sok tua sambil berpangku tangan

Rei "oh yaaaa ?..ternyata adik kecilku ini sudah tau yg ganteng dan bukan.." sambil mengakat alis dan menunduk ke wajah adiknya

Qeena " sudah kubilang aku punya mata  dan mataku ini lebih bagus dari matamu, aku sudah lihat dia itu tidak ganteng..." sambil cemberut buang muka

Rei " astaga kau itu tidak memperhatikan ya..??? dia itu anak yg tampan..!! selain itu hebat , baik hati , suka menolong..emm calon laki-laki idaman jika aku lebih muda pasti aku yang jadi pacarnya , ehh !!! emmm kenapa wajahmu memerah ?? hmmm...hmmm??" angkat-angkat alis dengan mata curiga

Qeena " eeh..tidak,,,apa ? apa yang merah ? " mikir "mungkin aku sedikit gerah disini panas sekali..!!" loncat dari batu dan berlari mengejar rombongan mencari kemudian mengandeng tangan Ama..menghindari godaan kakaknya

Rei dalam hati  "eh...dasar dia menghindar..menyebalkan!"
Rei " woy !!!...kita belum selesai bicara..!!"

Qeena nengok dan menjulurkan lidahnya " Week..!!"

Golumn "sudah lah dia itu hanya anak kecil...kau menggoda dan bicara padanya seolah dia itu sudah dewasa.." tersenyum
Rei "kau..? kau dengar yah...." tersenyum manis
Golumn dengan wajah merah " eh..aku dari tadi di belakang mu.."

Rei " iya..aku tau kok!" tersenyum lagi bikin hati Golum meleleh...
Rei " adikku itu dia sok tua..sedikit sombong memang " tersenyum
"besok aku lah yang mendidik dan membesarkanya..dia akan kujadikan orang yang berhati baik , penolong , penyayang juga kuat..agar tidak ada makhluk jahat yang bisa menguasainya!!" dengan wajah serius..namun tergurat kesedihan

Before Bab Ke 6
Next Bab Ke 8



Comments