Friday

Grandes: Pertemuan ini Takdir

Bab ke 6

Sekuel sebelumnya
Qeena " aduh...!! " dia menabrak sesorang & terjatuh  ..perlahan dia menengadah ingin tahu siapa orang itu ....dia melihat wajah remaja pria yang menundukan tubuhnya menatap lembut wajah Qeena
Grandes " hai adik kecil apa yang kau lakukan disini ? " Grandes menyapa & menatap Qeena kecil sambil mengusap  rambut hitam panjangnya, dia sedikit terpesona dengan wajah imut Qeena yg begitu lucu dan polos seperti boneka..

namun Qeena berpikir lain dalam hatinya " eeehhh..orang ini mencurigakan..so baik..wajahnya juga menjengkelkan...!!!"

Rei " Qeena ..!! kenapa kau berlari begitu saja !!" sambil meraih Qeena dan menatap ke arah Grandes
Grandes " apa adik kecil itu ..dia adikmu ? " tiba tiba wajah Grandes yg lembut berubah serius menatap Rei dan Golum disana

Rei " Ya dia adikku..kau anak kecil siapa? "
Grandes " Tidak penting aku siapa..tapi apa yang adik mu lakukan ,lihat sekelilingmu..!!"

Grandes menunjuk ke Qeena dan segala arah,
Rei dan Golumn " Astaga !!! kapan itu terjadi???" melihat sekeliling dengan wajah cemas,  ladang rumput yg hijau hilang menjadi tandus, wajah Qeena pun dikelilingi aura merah ,dengan ketakutan Qeena memeluk erat kakaknya, tampak kekhawatiran terlihat jelas di wajah mereka
Grandes " Kalian sepetinya dalam masalah , serahkan adikmu padaku..!!"
Rei " apa mau mu apa kau akan memperdayai kami..kau pasti salah satu dari mereka..!!" sambil menarik adiknya dan mengangkat pedang..
Grandes " aku tahu apa yang harus aku lakukan percaya sajalah..demi dia!!!"  sambil menunjuk Qeena dengan wajah serius
Rei & Golum " Apa???" dengan wajah heran
Grandes " tidak ada waktu.. ada hawa jahat menuju ke sini, letakan saja adik kecil itu di situ.."
entah mengapa Rei dan Golum sepeti pasrah , mereka merasa yakin Grandes dapat membantunya

dengan sigap Grandes mengeluarkan mantra dengan berucap " BLACK BLAST!!!!"  , sebuah pedang Katana tiba-tiba muncul diapun memegang dan beraksi
tak lama sekeliling Qeena di penuhi cahaya kuning terang ..seperti mengelilinginya dan perlahan -lahan menyelimuti aura merah ,  mengikatnya hingga  " Wussshh aura merah itu seperti tertiup angin  hancur terkeping...

Grandes pun berhenti ,pedang Katana pun hilang bersamaaan dengan kepingan Aura tadi

Rei tampak mencemaskan adiknya..namun dia terkesima dengan pemandangan yang dilihatnya...anak muda yang dihadapannya itu sangatlah hebat pikirnya ,
Rei dan Golum bisa merasakan tenaga yg sangat besar saat Grandes melakukan jurus segelnya..
adiknya pun tampak baik-baik saja selama hal itu terjadi..dia malah terlihat senang dan berbinar-binar menatap Grandes..Qeena " Wah kakak jelek ini hebat sekali...!! " Qeena meledek dengan gaya sombongnya.

Grandes " apa kau tidak bisa memujiku..kenapa kau bilang aku jelek? padahal wajahmu itu lucu sekali..heeh ternyata mulutmu yg mungil itu menyebalkan, tau begitu tidak aku tolong " sambil menggerutu kesal...

Qeena " oh..kau marah..kau tidak ikhlas menolongku? lagi pula siapa yg minta ditolong oleh mu, kau itu jika marah tambah jelek tau.."

Grandes " hei bagaimana kau bisa bilang aku jelek , semua putri di negri ini jatuh cinta padaku tau ..dasar kecil kecil menyebalkan..!!"

Qeena " JERKS aku seorang putri aku tidak akan jatuh cinta padamu..lagi pula kau itu terlalu tua untuk ku..!! aku baru 6 tahun di saat aku berusia 20 tahun pasti kau tua berkumis dan beruban"

Grandes " apa..seandainya kau dewasa pun atau seumurku aku tidak akan jatuh cinta pada anak menyebalkan seperti mu tau..!!"

Qeena " oh yaaa..sudah ngaku aja kau ini jatuh cinta kan pada ku!!""

Grandes " Kauu..!!" sambil mengepalkan tangannya ingin menjitak Qeena kecil,





sementara mereka berdua bertengkar Rei & Golum tampak bingung dengan kelakuan kedua anak kecil dihadapannya itu, namun juga senang
Rei " hei siapa kau..terimakasih ya..maaf tadi aku agak kasar padamu"
Grandes " aku Grandes..tidak apa-apa!!"
Qeena " itu namamu..jelek sekali!!"
terlihat wajah Grandes semakin jengkel dengan Qeena

Golum " hehehe..maaf yah , Qeena hanya anak kecil maklum ya jika dia sedikit nakal..!!" sambil tersenyum garuk-garuk kepala dan menutup mulut kecil Qeena dengan tangannya

Rei " em Grandes terima kasih..aku tidak tahu membalas apa yg kau perbuat tadi dengan apa.."
Grandes " oh bukan apa-apa, lagi pula apa yg aku lakukan itu sementara ..segelku tidak bisa menahan kekuatan jahat itu selamanya ..mungkin hanya bisa bertahan 2-3 hari , sebaiknya kalian cari pertolongan yang lebih baik lagi ..!!" dengan wajah serius sambil menatap pada Qeena
saat Grandes akan beranjak pergi..

Rei " Tunggu..apa kau tidak bisa menemani kami beberapa hari ini saja ? hingga kami menemukan orang-orang yang kami cari ? dengar mungkin kedengarannya seperti memaksa , tapi kami benar-benar lagi butuh pertolongan..tolong , kami tidak punya rumah atau tempat tinggal, tidak ada yang kami kenal, kami tidak punya uang atau makanan..mungkin kau bisa bantu kami "
wajah Qeena berubah mendengar kata-kata Rei dia teringat pada Ayah dan kejadian di malam Ayahnya terbunuh..diapun menangis memeluk kaki Golum..
Qeena "huhhuhuhu...huaaa..Ayaaah..aku mau sama Ayaaah...huhuhuhu..!"nangis terisak-isak
Golum menggendong Qeena dia memeluk dan berusaha menenangkannya sambil memberi kode Rei agar lebih bisa meyakinkan Grandes

Rei " tolong lah ..kau pasti orang baik, kau menolong kami tampa perduli kami ini siapa..!"
Grandes melirik pada Qeena dalam hati dia iba namun terlalu sombong menunjukannya terutama pada Qeena, Grandes sudah terlanjur menyukai dan sayang pada gadis kecil itu,
dengan berpura -pura dia berkata dengan nada seolah-olah terpaksa  " Baik ikut lah denganku..mungkin ayahku bisa membantu kalian "

Rei "bagus lah ..oh iya  kau sangat ahli dalam ilmu segel apa kah kau dari Klan Ma..
saat akan menyebutkan Klan Mahmaya tiba-tiba ...

" Nona....nona Rei...!!" Kiran berlari ke arah mereka
Rei dan Golum pun menoleh, disaat bersamaan ternyata Kiran tidak sendiri..dibelakangnya ada Tuan Gri dan nona Ama beserta rombongan
Rei " Kiran kau menemukan mereka...syukurlah!!"Rei berlari menghampiri rombongan nona Ama, dia langsung memeluk Ama , Ama pun memeluknya kembali dengan wajah yang prihatin..
Ama " Maaf kan aku..aku tidak ada saat itu..!!"
Rei " aku yang meminta maaf..aku tidak bisa melindungi Ayah dan penduduk Lambirin !"
Ama kembali memeluk Rei, lalu menggendong Qeena, pada saat bersamaan Ama tersadar bahwa ada yang lain pada Qeena,..
Ama " Bagaimna bisa? Qeena di luar negri Lambirin..tapi semuanya tampak normal..??" penuh heran
Rei " ah itu...itu karena anak itu..dia..!!" saat akan menunjuk ke arah Grandes..ternyata anak itu sudah tidak ada..
Ama " anak..anak siapa..dimana?"
Rei " Dia tadi disini ..dia yng mebantu kami namanya .." saat akan menyebutkan namanya
Gri " Sudahlah..Ama sebaiknya anak-anak kita langsung bawa ketempat kita, ceritanya nanti saja disana, disini bukan tempat yang aman untuk mereka.."
Ama " kau benar Gri..ayo sayang kita kerumah kita sekarang.." Ama tersenyum pada Qeena sambil mencubit pipinya dan menciumnya..
Ama " Kau sudah makan.."
Qeena " Belum aku sangat lapar Nona Ama..kau tidak tahu aku menahanya dari tadi , Golum dan Kaka tidak perduli itu..dia membiarkan aku kelaparan.."dengan memasang wajah sok sedih
Rombongan pun tertawa mereka terasa terhibur dengan kelakuan Qeena

Before Bab ke 5
next Bab ke 7










0 komentar :

Post a Comment

Copyright © 2014 Calmharyantiblog . All Rights Reserved. Template by CB Blogger . Powered by Blogger.