Friday

Grandes: Dilorong perjalanan

Bab 5
Kiran mengeluarkan jurus penerang , tangannya terang seperti lampu neon diapun berjalan waspada di depan sementara Golum berjaga di belakang
Rei menggendong adiknya berada di tengah, mereka berjalan mengendap-ngendap memasuki terowongan dengan sesekali menoleh ke kiri ke kanan atas dan bawah..


Rei " lama sekali kita berjalan mungkin ini hampir pagi..!!"
Golum dan Kiran mengangguk..sambil menoleh ke punggung Rei
Rei " apa dia tertidur..?" berbisik pelan
Golum dan Kiran mengangguk

Golum " Nona mungkin sebaiknya kita beristirahat..anda jg terlihat lelah.." dengan penuh perhatian Golum meraih Qeena dan menggendongnya.
mereka berhenti berdiri sejenak 
Rei "aku tidak akan bisa istirahat...!!" dengan suara geram marah dan emosi Rei sambil tertunduk dan berkaca-kaca dia teringat pada apa yg baru saja di alaminya Ayah dan rakyatnya telah tiada...

Kiran " Nona kau masih punya kami, kami akan menemanimu sampai kapan pun..!"
Rei " aku tau !!! kalian kawan-kawanku, selalu disisiku , melindungiku, aku harap kalian jangan sampai mati meninggalkan ku dan Qeena, tapi aku sudah tidak punya apa-apa..aku hanya punya adikku dan aku tidak tahu bagaimana membayar kalian.."
Golum " Jika kau berkata demikian maka kami bukan kawan-kawanmu..kau mungkin tidak punya apa-apa, namun kami akan selalu menjaga & menyayangimu.." dengan lembut Golum menata Rei

Kiram " ehem..ehem..yah aku tau seberapa sayangnya kau kepada Nona Kiran.." berbisik ke arah Golum
dengan nada meledek
Golum " kau..!!" sambil melotot
penulis "ternyata ada yang jatuh cinta pada sekuel ini ..hahaha..!!"

Rei " sebaiknya kita terus berjalan hingga tembus terowongan ..tidak boleh istirahat sampai menemukan Tn Gri dan Nona Ama!!"
Golum dan Kiran " Baik...ayo!!"

semakin dalam mereka berjalan udara yg dirasa semakin dingin, suara angin bergemuruh di ruangan , Kiran mengankat tangannya..mereka terperangah melihat sekelilingnya..ruang pada Guanya semakin besar bahkan langit-langit gua sangat tinggi..dan jalan semakin lebar ..sesekali terdengar suara air menetik jatuh dan hewan-hewan gua berterbangan di atas kepala..mereka lurus melanjutkan perjalanan..hingga tiba di satu titik,

Kiran " Nona lihat..!!" menunjuk ke arah cahaya
Rei " yah mungkin itu jalan keluar..ayo lekas kesana..."
semakin dekat menghampiri cahaya..semakin terang , Kiran maju perlahan sambil waspada , takut jika mereka keluar ternyata ada musuh yg menyerang , saat tiba di luar ..
Kiran " kawan-kawan ayo keluarlah lihat kalian pasti menyukainya..!!"
Golum tampa semangat akan keluar namun ..
Rei " Tunggu!!!" sambil memegang lengan Golum
Golum " ada apa ?" bertanya heran
Rei " Qeena..!!" sambil menatap Golumn mengingatkan
Rei " Kiran apa di luar sana seperti yg aku bayangkan , kau tau maksudku ?"
Kiran " Ya , kau betul hijau luas dan bercahaya..!!"
Rei " Qeena tidak bisa kita bawa kesana..!!, itu sama saja bunuh diri, musuh akan mudah menemukan kita..! gua ini adalah batas Lambirin bisa kita lihat dari stuktur tanah dan udara.."
Golum " Kau betul..lalu bagaimana?"mereka saling bertatapan..
Golum " Kiran coba kau lihat keluar lebih jauh mungkin kau bisa menemukan Nona Ama dan Tuan Gri .."
Kiran "Baik..kalian tunggu disini.."Kiran berlari keluar

Qeena " Kaka..kita dimana?"
Rei "Hai adik kecil, kau sudah bangun..?"
Qeena "Hu um dan aku sangat lapar.." dengan polos dan lucunya
Rei dan Golum tersenyum melihatnya,
Rei "sayang kau harus sabar kali ini, Kiran sedang keluar mencari makanan untukmu sementara ini kau harus baik dan manis ..tidak boleh rewel OK!!" sambil memeluk & mengedipkan sebelah mata
Qeena " Baik lah..kaka apa kita akan kembali ke Ayah?"
Rei " jika ada kesempatan kita akan jemput Ayah, tapi sekarang kau harus patuh pada ku !jadi anak baik dan tidak nakal..jika kau menurut  maka kau akan lekas bertemu Ayah.."
Qeena " jadi maksudmu Ayah sedang menghukumku karena aku Nakal ?"
Rei " Yah semacam itu lah..." tersenyum Rei menutupi kesedihan di wajahnya
Golum menatap penuh sayang pada Rei dan Qeena
Golum " Nona kalian berdua akan baik-baik saja , aku berjanji.."
Rei " Kau jangan membuat janji yang tidak bisa ditepati.." sambil menatap keras
Golum "aku tau, dan kau tau itu bukan.." sambil menatap mesra, hati Rei tergetar melihat wajah tampan Golum dalam hati Piria ini adalah pengawal & kawan yang selama ini selalu ada disisi menemaninya berlatih,berperang & berjuang, tampa tersadar mereka saling jatuh cinta
dengan saling bertatapan , sebagai panglima perang ternyata Rei tidak bisa menutupi wajahnya yg memerah..
dari arah bawah mereka
Qeena " apa kalian akan menikah?"
sontak Rei dan Golumn terkejut & salah tingkah

Rei dan Golumn bersamaan " Kau bicara apa?...tentu saja tidak...maksudku belum..nanti..emm" saling buang muka mencoba menutupi rasa malunya..
Qenaa menatap keluar gua dia melihat ada cahaya dan seekor hewan terbang di pintu gua
 "kaka..lihat...!!" kina berlari kencang ke arah cahaya mengejar kupu-kupu
Rei " Qenaa tunggu jangaaaan!!" Rei dan Golum berusaha berlari mengejarnya hingga Golum terjatuh-jatuh
sementara Qenaa terus berlari kencang mengejar hewan yang terbang begitu cepat , sampai di padang rumput yang tinggi terus berlari hinga dia...

Qeena " aduh...!! " dia menabrak sesorang & terjatuh menimpa tubuh sesorang
Before Bab ke 4
 Next bab ke 6





0 komentar :

Post a Comment

Copyright © 2014 Calmharyantiblog . All Rights Reserved. Template by CB Blogger . Powered by Blogger.