Skip to main content

Posts

Showing posts from August 23, 2015

Grandes: Klan Mahmaya

Bab 3 Sementara di tempat lain
" hi Hatoson berhentilah berlatih sebentar saja! Sudah waktunya makan siang..!" Berkata ayah Grandes kepada anaknya Grandes berhenti dan mengangguk, berlari ke arah rumah dan menuju ke meja makan.."Ya yah.hari ini kau masak apa?" Ayah   "aku? Aku masak berbagai macam sayur dan ikan aku harap kau menyukainya..yah walau masakanku tidak seenak ibumu.." sambil tersenyum
Grandes "bukankah aku selalu makan semua masakan mu?" Ayah"ya memang, tapi aku tau kau makan itu hanya karena lapar bukan karena maskanny enak! bukan kah aku betul?" Grandes "ya memang.." dengan exspresi dingin Ayah "cucilah tanganmu dulu, baru kau makan ! Selesai ini istirahat sebentar laku kita lanjutkan latihannya..!" Grandes"baiklah!" Saat itu setelah istirahat di samping pendopo rumah Grandes "ayah boleh aq bertanya?mengapa kita harus terus latihan tentang segel ?" Ayah Grandes "bukankah aku …

Grandes : Dunia yang Kejam

Bab ke 2
Qeena masih bingung dengan apa yg terjadi dia mengerak-gerakan bibirnya sesekali dan melirik kesekelilingnya tiba-tiba ada beberapa orang gagah berpakaian layaknya petarung yg datang ke ruangan , " kakak rei.."  kata Qeena pelan sambil tersenyum kagum, dengan bola mata yang berbinar-binar Rei berjalan paling depan adalah prajurit wanita yang memegang pimpinan pertahanan militer di kerajaan Lambirin sekaligus ia adalah putri Arjgra , kakak kandung Qeena
" Salam paman.. " Rei memberi hormat pada Teros dan Ayahnya " Mohon semuanya tenang.." ucap Teros, sejenak langsung ruangan yg tadinya berisik berubah hening " Apa yg diramalkan terjadi..dan waktunya pun sama dengan apa yg dikatakan pada ramalan..hmm" Teros menghela napasnya sebentar " Qeena tidak bersalah dalam hal ini..." Rei berucap sambil menunjuk Qeena khawatir Teros tersenyum pada Rei sambil mengangguk dengan tangan memberi tanda meminta agar Rei tenang, Rei mundur samb…

Grandes: Melihat Cahaya

Berlari-lari kecil qeena kearah bebatuan..
begitu tertariknya dia dengan sebuah cahaya yang muncul dari celah pohon besar..
" Ada penerang di Lamb ???"
semakin dekat dengan pohon semakin jelas cahaya itu..tercium aroma segar yang tidak pernah sama sekali tercium olehnya, semakin tertarik rasa ingin tahunya .
Diapun mengintip dari celah pepohonan , dengan awalnya terdiam apa yang dia lihat? disana terlihat hamparan rumput dan pepohonan hijau diterangi cahaya yang sangat hangat.. terperangah dan terpesona, sambil berjalan perlahan menuju sebuah tangkai bunga berwarna putih..
begitu kuat rasa ingin menyentuh , memetiknya dan memilikinya...
semakin dekat , semakin dekat perlahan namun pasti dia pun berhasil memetiknya..begitu bunga itu ditangannya..tiba-tiba..
"tidak..!!!" qeena terperangah bunga yang dipetiknya hancur terbakar..
bahkan setelah dia melihat kesekelilingnya , hamparan hijau rumput dan pepohonan yg baru saja dia lihat sebelumnya , semua "oh tidak..!…