Grandes : Hancurnya klan Lambirin

Bab ke 4
suatu malam
" wuing...wuing...wuing..." bunyi sirine tanda bahaya terdengar sangat lantang
membuat tidur Qeena terjaga..saat bangun Qeena langsung mencari tahu apa yang terjadi diluar kamar, banyak suara gaduh orang berlarian dan teriak , dengan perlahan membuka pintu untuk mengintip..tiba-tiba..

Rei "Ayo cepat ikut dengan ku..!!!" sambil menarik lengan adiknya

Qeena "Kak Rei apa yang terjadi? mengapa?" tanya Qeena dengan penuh ketakutan dan keheranan

Rei "akan aku jelaskan nanti sekarang kita harus temukan ayah ..oke?" berusaha menenangkan adik kecilnya itu dengan tatapan mata yang penuh sayang sambil mengusap kepala adiknya ..

Rei " Ayo..!!" sambil berjongkok menatap adiknya, dia mengajak Qeena untuk digendong dipunggungnya..

Qeena " Kakak awas..!!!!" dia melihat seseorang berbaju putih menyerang Rei dengan senjata tajam dari arah depan, dengan tangkas Rei menghindari serangan demi serangan sambil menggendong adiknya musuhpun datang satu persatu dengan bermacam senjata menyerang mereka namun Rei dapat menghindari dan memukul jatuh beberapa diantaranya...Qeena tampak ketakutan dan berpegangan erat pada pundak kakaknya..namun melihat perjuangan kakaknya saat itu dia berusaha untuk tidak rewel atau menangis yang akan berakibat merusak konsentrasi kakaknya. Dalam hati Rei tentang adiknya " anak pintar "
saat itu Rei merasa terdesak diapun mundur karena terpojok...Qeena kecil semakin ketakutan dia memeluk erat kakaknya..

Qeena " Kakak..." dengan nada suara pelan yang penuh ketakutan

Rei " kau tidak apa-apa kan Qeena? dengar apapun yg terjadi jangan lepaskan peganganmu pada ku, percayakan semua padaku !!kau seorang putri Arjgra kau harus jadi pemberani ,tidak boleh takut dengan hal seperti ini !! mengerti !! "

Qeena " Huum.." sambil mengangguk patuh
 dengan posisi digendong belakang dia menambah tenaganya agar bisa berpegang dan memeluk erat kakaknya

Rei " kita akan melompat dari jendela lalu menuju kamar ayah.." tanpa buang waktu Rei memasukan senjatanya ke sarungnya lalu dia melompat jendela dan mendarat tampa kendala. Langsung berlari menuju kamar Ayahnya sesekali dia diserang musuh dan mampu mengalahkannya, namun saat tiba disana mereka menemukan sekelompok penyerang dengan senjata tajam sedang berkelahi melawan pasukan setia Arjgra bahkan Teros yang terluka parah sedang menghunus pedang untuk melindungi Ayah mereka...

Rei " Ayaaah...pamam Teros..!!" Rei berlari menyerang penjahat yang berada di hadapan Teros dan Ayahnya ..penjahat itu pun tersungkur..Rei menghampiri Ayahnya dan Teros yang terluka parah, sambil menurunkan lalu menuntun adiknya
" Ayah kau tidak apa-apa..?"  tanya Rei..belum sempat Ayahnya menjawab sudah ada serangan lain dari arah belakang...

Qeena & Rei menjerit " Ayaaaah...!!!!" dia melihat pedang itu menusuk dari belakang menembus dada Ayah mereka...
Teros dan para prajurit setia menoleh ke arah Arjgra mereka langsung berkumpul melindungi pemimpin mereka...seorang pengawal setia Arjgra letnan Kiran menyerang dan melepas panah ke arah penusuk itu,meleset namun bisa membuat penyerang itu menjauh
Dengan lemah Arjgra memegang tangan Rei putri tertuanya sambil berkata terbatah-batah
" Rei..cepat pergi dari sini..selamatkan adikmu!! jangan biarkan mereka menemukanya dan membawanya ..jika mereka mendapatkan adikmu maka mereka akan memanfaatkanya untuk keperluan yang jahat..bawa adikmu yang jauh dari sini..lindungi dia dari mereka..temukan Gri dan Ama mereka tau bagaimana bisa membawa adikmu keluar dari sini..!! cepat !! jangan khawatirkan aku !! kau mengerti putriku ? aku menyayangi kalian apapun yang akan terjadi padaku kalian berdua harus hidup !! " sambil menatap penuh kasih kedua putrinya itu. Rasa haru pun tak tebendung antara ayah dan anak itu

" Ayah..aku berjanji akan melindungi adik !!" Rei sambil mengusap air matanya dia menyambar tubuh Qeena yang sedang menangis tersedu-sedu lalu berlari tampa perduli sekitarnya...

Qeena " Ayaaah...!! " dia berusaha meronta ingin meraih Ayahnya namun Rei tidak membiarkanya

seorang penyerang berseru pada kawan-kawannya " hey..tangkap kedua anak perempuan itu hidup-hidup!!!"

Teros dengan tatapan mantap memegang luka dan menghunus pedang " Semua lindungi Tuanku Arjgra...kau Golum, kiran !! lindungi para putri jangan ada yang menghalangi jalan mereka...!!"

para prajurit " baik...ayo semua!!!! heaaaaa!!!!" dengan setia dan berani mereka melaksanakan tugas mereka walau swbenarnya mereka tau ini adalah tugas terakhir yang bisa mereka lakukan.

Saat dalam pelarian Rei, Qeena dan kedua pengawal tangguhnya sesekali menoleh setiap jalan dan tempat yang mereka lalui, terjadi kekacauan perkelahian dan pertempuran antara penyerang berpakaian putih dan penduduk Lambirin, banyak kepulan asap , rumah-rumah porak poranda suara tangis wanita dan anak-anak..penduduk biasa lari pontang panting mayat mayat bergeletak dimana-mana..tampak jelas kekuatan penyerang yang datang mendadak sangat banyak, kuat dan terlatih membuat desa Lambirin kewalahan.

dalam hati polos Qeena kecil memikirkan keadaan Ayahnya dia berharap Ayahnya akan selamat dan akan segera bertemu lagi.
Berbeda dengan Rei yang sudah mengerti..dia paham Ayahnya sudah tiada, situasi yang dihadapinya kini adalah menyelamatkan diri dan adiknya dari kepungan musuh. Bahkan dia tahu bahwa desa dan klannya mungkin sudah tidak bisa diselamatkan lagi

Golum " Nona Rei rumah Nyonya Ama...lewat sini !" serunya sambil menunjukan jalan yang aman
Rei " Huum.." mengangguk

saat tiba di rumah Ama , disana juga keadaanya tidak baik sudah banyak pengawal-pengawal Ama yang terluka dan meninggal..Golum menghampiri pengawal Ama yang terluka..lukanya sangat parah, namun dia mencoba memberi aliran kekuatan klan Lambirin berharap pengawal ini bisa diajak bicara.

Golum " Dimana nyonya Ama ?"
pengawal yang terluka " dia pergi diselamatkan tuan Gri , pergi melalui jalan rahasia ..!!" sambil menunjuk arah semak-semak daun Rantai yang menjulur kebawah..
tampa buang waktu Rei dan kedua pengawal berlari kesana ..tangan Kiran menyingkap daun rantai yang lebat menjuntai kebawah , di melihat dibalik semak daun itu ada jalan ..Rei dan Golum saling berpandangan meperhatikan Kiran tak lama Kiran berbisik memberi kode " Disini..mereka pasti lewat sini!!!"
Rei " Huum...kalau begitu ayo!!"
Merekapun masuk ke jalan rahasia itu tampa banyak berpikir...


Before Bab ke 3
Next Bab ke 5

Comments