Grandes: Klan Mahmaya

Bab 3
Sementara di tempat lain
" hi Hatoson berhentilah berlatih sebentar saja! Sudah waktunya makan siang..!" Berkata ayah Grandes kepada anaknya
Grandes berhenti dan mengangguk, berlari ke arah rumah dan menuju ke meja makan.."Ya yah.hari ini kau masak apa?"
Ayah   "aku? Aku masak berbagai macam sayur dan ikan aku harap kau menyukainya..yah walau masakanku tidak seenak ibumu.." sambil tersenyum
Grandes "bukankah aku selalu makan semua masakan mu?"
Ayah"ya memang, tapi aku tau kau makan itu hanya karena lapar bukan karena maskanny enak! bukan kah aku betul?"
Grandes "ya memang.." dengan exspresi dingin
Ayah "cucilah tanganmu dulu, baru kau makan ! Selesai ini istirahat sebentar laku kita lanjutkan latihannya..!"
Grandes"baiklah!"
Saat itu setelah istirahat di samping pendopo rumah
Grandes "ayah boleh aq bertanya?mengapa kita harus terus latihan tentang segel ?"
Ayah Grandes "bukankah aku sudah pernah jawab? Tapi akan aku ulang hmm..walaupun kita bukan klan penyegel seperti ibu mu klan Mahmaya akan lebih baik kira mempelajarinya sebagai antisipasi dan jaga diri, kelak kau akan mebutuhkanya, selain itu kau akan tampak lebih keren nantinya..karena kau hebat dalam segala hal..hahaha"
Grandes tampa exspresi "bisa kau ceritakan kenapa suku Mahmaya sekarang musnah? Apa mereka musnah bersamaan dengan kematian ibu?"
Ayah "Hatoson kau sudah 15 tahun sekarang, aku rasa kau sudah berhak tau tentang kisah yang sebenarnya..kau benar klan Mahmaya dibantai pada malam itu.. mereka semua dengan jumlah ratusan berpakaian putih tiba-tiba datang menyerang desa kita..aku nenek,kakek,paman dan ibumu mencoba melawan untuk mempertahankan diri dan melindungimu agar tidak terbunuh saat itu, namun salah satu penyerang keluarga kita saat itu sepertinya dia pimpinannya..dia sangat kuat ,jurus ku semua bisa dipatahkannya..
segel ibumu juga bisa dilawannya, namun ada satu segel yang bisa menahannya saat itu..segel kurusati!
Segel dilakukan oleh nenek,kakek,paman dan ibumu secara bersamaan
namun membuat mereka tidak bisa bergerak meninggalkan tempat itu, ibu mu berkorban untuk kira berdua, mereka memaksa aku untuk pergi meninggalkan tempat itu dan menyelamatkanmu..!" Dengan mata berlinang
Ayah melanjutkan cerita "aku tau sepertinya ayah ini egois menyelamatkan diri sendiri namun itu adalah pesan terakhir ibumu untuk pergi membawa dan melindungimu..nenekmu adalah petuah klan mahmaya..
Dia memberikan peta  tempat buku rahasia cara menyegel suku Mahmaya padaku untuk diselamatkan dari orang-orang itu"
Mehela nafas " satu yang Ayah tau, mereka beralasan membunuh suku mahmaya untuk tujuan jahat agar bisa membangkitkan makhluk dari kegelapan 30 tahun yang akan datang ,sehinga tidak ada yang mampu menyegel makhluk itu nantinya selain keturunan mereka.."
Grandes dengan cuek sambil memulai latihan
"sudahlah ayah tidak usah bersedih sekarang kita hanya perlu membahagiakan ibu, berlatih segel dan beladiri dengan giat mungkin kita bisa mengalahkan rencana mereka yang telah membunuh kelurga kita.."
Dengan bangga sekaligus haru ayah Grandes menatap anaknya
Dalam hatinya " kau sangan mirip dengan ibumu nak, rambut coklat sedikit bicara dan dingin ,pintar ,kuat dan pemberani..
Tapi kau ini kenapa selalu menutupi setengah wajahmu dengan masker itu?? Kau ini sedikit aneh apa itu diturunkan dari aku ??? Haahaha..sudah lah seprtinya tidak penting.."
Grandes " kenapa ayah..kenapa kau tersenyum senyum sendiri?"
Ayah "Ohoho..tidak..aku hanya teringat ibumu..dia selalu teriak dan mengatai kalau aku ini aneh.." sambil tersenyum sipu
Grandes dengan exprsi dingin tak acuh dan melompat tinggi setelah memasang kuda-kuda berkata
"Heh kau ini memang aneh ayah..! Heh" sambil buang muka
Dalam hati Ayah " heh..kau ini tidak bisa kah memperlakukan aku dengan tidak memasang expresi dingin sepeti itu..? Hadeh siapa yang lebih aneh aku atau kau.."
Before Bab ke 2

Comments